

“Dari jam 5 pagi sampai 2 siang, baru dapat 2 orderan… Ya Allah, gimana ini? Mana bisa buat berobat Altaf. Buat makan saja belum cukup,”ujar Kang Asep (driver Ojol).
Kang Asep duduk lemas di pelataran toko, menatap layar ponselnya yang sepi pesanan. Pikirannya kalut memikirkan pengobatan anaknya, Altaf. Baru berusia 1 tahun 10 bulan, namun Altaf sudah lemah tak berdaya akibat lahir dengan Atrial Septal Defect (ASD) atau disebut jantung bocor.

Penyakit ini membuatnya bergantung hidup pada peralatan medis. Kata dokter, kondisi Altaf yang semakin melemah, mengharuskannya untuk jalani operasi, jika tidak Altaf bisa kehilangan nyawa. Nafasnya pendek-pendek, kadang tersengal. Tangisnya sering pecah karena rasa sakit yang tak mampu ia ungkapkan.
Rasa bersalah selalu menghantuinya karena pendapatannya yang seringkali tak seberapa itu. BPJS memang membantu sebagian biaya, tapi tidak semuanya. Obat-obatan, perawatan tambahan, hingga transportasi ke rumah sakit semuanya harus dibayar sendiri.

Tanpa operasi, kondisi Altaf bisa berujung pada gagal jantung. Operasi ini adalah satu-satunya harapan agar Altaf bisa bertahan hidup dan tumbuh seperti anak-anak lainnya. Namun, biayanya terlalu berat bagi Kang Asep yang hanya seorang pengemudi ojek online.
“Lihat anak sendiri nangis kesakitan, tapi nggak bisa ngapa-ngapain… rasanya hati saya mau pecah. Saya cuma bisa berdoa, semoga ada jalan,” ujar Kang Asep.

#OrangBaik, menjadi tulang punggung tuk anak alami bocor jantung bukanlah hal mudah! Rasa kalut, stres, dan juga sedih terus-terusan landa hati Kang Asep dimanapun ia berada. Tak bisa dipungkiri pikiran, fisik dan mental yang Kang Asep alami pasti sangatlah berat.
Maukah kita bersedekah bersama-sama membantu Kang Asep berjuang untuk Keluarga, niscaya dengan sedekah kita membawa secercah harapan untuk keluarga kecil tersebut.