
Selama 4 tahun terakhir, tumor ganas terus menggerogoti wajah Abah Jari.
Matanya hilang… hidungnya ikut direnggut… dan setiap kambuh, darah mengalir sampai Abah tak mampu menahan rintihannya. 😢
Di usia senjanya, Abah Jari (60 tahun) harus berjuang melawan tumor ganas yang telah menggerogoti wajahnya selama 4 tahun terakhir. Penyakit ini bukan hanya merenggut mata dan hidungnya, tetapi juga kemampuan bernapasnya. Setiap kali kambuh, rasa sakit tak tertahankan menghujam tubuhnya, darah mengalir deras, membuat Abah hanya bisa merintih.

Namun, di tengah penderitaan yang mendalam, Abah Jari tak mampu berobat. Jangankan biaya pengobatan, untuk biaya akomodasi dan makan sehari-hari di rumah sakit pun Abah tak punya. Jaminan kesehatan memang ada, tapi tak cukup untuk menutupi semuanya. Abah hanya bisa menangis, pasrah, dan berdoa, berharap suatu hari nanti ada rezeki yang menghampirinya.
Sehari-hari, Abah menanam palawija di kebun pengairan, berharap ada sedikit keuntungan yang bisa didapatkan. Namun, hasilnya tak seberapa, bahkan seringkali tak cukup untuk makan. Kondisi rumah Abah pun tak kalah memprihatinkan. Kumuh, berantakan, dan dipenuhi tikus yang berkeliaran.
Abah Jari tinggal bersama istrinya yang setia mendampingi. Anak-anaknya memang ada, tapi tak bisa banyak membantu karena kondisi mereka pun tak jauh berbeda.
![]()
Belum ada Fundraiser
![]()
Menanti doa-doa orang baik