

Pak Ijum setiap hari harus melihat raut wajah sedih sang buah hati. Wildan, bocah ini tak lagi bisa beraktivitas normal seperti anak-anak ada umumnya.
Dia cuma terbaring, duduk, dan tubuhnya terasa begitu lemah. Walaupun tak dijelaskan, Wildan sadar kondisinya semakin parah.
Perut sudah menggembung hebat, bagian tubuh lain juga ikut membengkak imbas gagal ginjal kronis. Bahkan saat ini napasnya tersengal-sengal dan sesak.

Sampai-sampai, Wildan membutuhkan bantuan selang yang terhubung ke tabung oksigen. Tuk memenuhi asupan oksigen saja, Pak Ijum susah payah mencari uang... belum lagi biaya pengobatan Wildan yang besar.
Wildan wajib menjalani cuci darah rutin dan dia juga dirujuk ke rumah sakit besar di kawasan kota Bandung yang memiliki peralatan medis lebih lengkap.

Apa daya, rujukan itu belum kunjung dipenuhi, karena keterbatasan biaya. Tentunya, berobat penyakit yang sudah akut tak cukup satu kali jalan. Sementara dari rumahnya menuju rumah sakit tersebut menelan ongkos tak sedikit.
Ditambah lagi kebutuhan obat yang tak ditanggung oleh jaminan kesehatan. Semua itu membuat Pak Ijum sedih. Mengingat penghasilannya sekedar recehan.

Ya, dari hasil menjual roti seharga Rp 1.000, untung per buah cuma 200 perak... harus berapa banyak roti yang terjual tuk mengantarkan Wildan sampai sembuh?
Hati Pak Ijum semakin teriris saat melihat betapa semangatnya Wildan belajar di rumah. Anak ini begitu rindu Kembali mengenyam bangku sekolah.
**
Ya Tuhan, masih terlalu dini tuk Wildan merasakan sakit separah ini. Dia masih punya kesempatan meraih masa depan lebih baik bukan?
Tak ada yang tak mungkin, selama kita saling peduli dan berbagi sedikit rezeki tuk membantu Wildan pulih Kembali.
Semoga rupiah yang dikeluarkan oleh #OrangBaik berbalik menjadi berkah.
![]()
Belum ada Fundraiser
![]()
Menanti doa-doa orang baik