

Sejak lahir Dela belum pernah merasakan punya teman dekat. Teman-teman seumurannya mengejek bahkan menjauhinya karena penyakit kulit langka yang dideritanya. Dela sampai putus sekolah, karena malu dengan kondisinya.
Sudah 9 tahun lamanya, Dela (9) menderita penyakit kulit langka ichthyosis. Kulit di sekujur tubuhnya kering, bersisik, gatal, bahkan beberapa ada yang sudah mengelupas sampai mengeluarkan darah dan nanah.
Penyakit ini tidak hanya menyerang fisiknya saja, namun juga kepercayaan dirinya. Dela sering diejek teman-teman seumurannya. Bahkan sampai sekarang Dela tidak punya teman karena semua temannya menjauhinya. Sedihnya, Dela sampai putus sekolah saking malunya dengan kondisi tubuhnya.

Sempat menjalani pengobatan, namun kini terpaksa terputus. Segala barang berharga yang dimiliki sudah habis terpakai namun kondisinya belum membaik sedikitpun. Bahkan penyakit ini sudah menyerang mata sebelah kanan Dela hingga menonjol hampir keluar.

Dokter sempat mengatakan, bahwa pengobatan Dela sangatlah panjang dan tidak boleh terputus. Namun keadaan berkata lain. Masalah perekonomian menjadi kendala utama bagi Dela untuk melanjutkan pengobatannya.
Bagai jatuh tertimpa tangga, disaat kondisi Dela terus melemah dan memprihatinkan, Ayahnya baru saja divonis menderita diabetes dan harus menjaga kesehatannya tidak boleh terlalu lelah bekerja.

Akhirnya, hanya Ibunya saja yang bisa bekerja sebagai cleaning service. Dengan penghasilan yang pas-pasan, Ibunya harus membaginya untuk mencukupi kebutuhan rumah dan pengobatan Dela. Namun bagaimana? Gajinya hanya cukup untuk makan sehari-hari.
Kini pengobatan yang bisa dilakukan Dela hanyalah pengobatan tradisional. Dengan rebusan daun-daunan, ia selalu membasuh tubuhnya yang kering agar tidak terus menimbulkan luka. Luka sedikit saja, bisa menimbulkan rasa sakit yang begitu hebatnya bagi Dela.

Ya Allah, sulit rasanya membayangkan bagaimana kehidupan yang harus dijalani Dela. Ia harus menahan sakit di tubuhnya, selain itu dia juga harus menahan rasa sakit di hatinya karena selalu menjadi bahan ejekan.
Namun meski begitu, semangat Dela untuk sembuh tidak pernah hilang. Ia percaya suatu saat nanti ia akan sembuh dan bisa meraih mimpi-mimpinya. Saat ini, Dela hanya ingin bisa berobat dan kembali ke sekolah. Dela ingin punya teman lagi.

Dela ingin merasakan hidup tanpa dijauhi dan dikucilkan orang lain.
![]()
Belum ada Fundraiser
![]()
Menanti doa-doa orang baik