
Lebih dari sebulan banjir dan longsor melanda Sumatra, meninggalkan luka yang belum benar-benar sembuh. Banyak keluarga kehilangan rumah, harta, dan orang-orang tercinta. Di tengah keterbatasan dan duka yang masih berat, mereka bertahan menjalani hari demi hari dengan sisa tenaga dan harapan yang ada.


Anak-anak dan para lansia terus memanjatkan doa, berharap ada ketenangan di tengah semua kehilangan. Namun ketika mereka ingin membaca Al-Qur’an, hal sederhana itu terasa begitu sulit. Mushaf yang biasa menemani ibadah rusak, kotor, atau tak lagi ditemukan. Setelah melewati begitu banyak cobaan, kini mereka harus menerima satu kenyataan pahit lagi—keinginan untuk dekat dengan Al-Qur’an pun terhalang oleh keterbatasan.
![]()
Belum ada Fundraiser
![]()
Menanti doa-doa orang baik