Wajah Pak Koko tak lagi sama sejak kanker mulai tumbuh dan mengambil sedikit demi sedikit bagian dari dirinya secara fisik, dan juga dari kepercayaan dirinya.
Rasa sakitnya tak hanya di kulit atau tulang, tapi juga di hati: saat orang mulai menatap aneh, atau bahkan menjauh. Tapi Pak Koko tetap berjuang, pelan-pelan, setahap demi setahap.

Terima kasih kepada Sahabat Baik semua yang sudah membantu. Bantuan itu bukan cuma soal pengobatan, tapi juga soal menjaga harapan Pak Koko untuk tetap hidup, dan tetap merasa layak.
Doakan terus agar ia kuat, dan semoga ikhtiar ini membuahkan hasil. Amin ya Allah





