

Aska Mohammad (3) tidak memiliki lubang anus sejak lahir. Mau tidak mau, prosedur pembuatan lubang kolostomi (stoma) harus dilakukan. Usus besar disambungkan ke permukaan kulit hingga membentuk lubang agar Aska bisa mengeluarkan kotoran atau feses. Sejak saat itu, hidupnya tidak bisa senormal balita seusianya. Ketika bermain, perutnya terasa sakit luar biasa. Bahkan, perutnya pun tak jarang ikut mengeluarkan darah. Orang tua Aska miris bukan main melihat kondisi putranya saat ini. Mendengar tangisan Aska membuat mereka merasa bersalah. Hidup di garis kemiskinan membuat mereka tak bisa melakukan banyak. Sejauh ini saja, Aska baru dioperasi sebanyak 1 kali di tahun 2022 lalu.

Seharusnya, Aska rutin melakukan kontrol, hanya saja…. tidak ada biaya. Tidak semua obat dan prosedur penyembuhan ditanggung oleh jaminan kesehatan. Sementara, gaji sang ayah sebagai buruh tani paling-paling cuma cukup untuk makan sehari-hari. Jadi, bocah ini harus bersabar dulu, menunggu rezeki jika ingin kondisinya membaik. Dalam waktu dekat, Aska disarankan menjalani tindak operasi di rumah sakit memadai daerah Makassar. Menuju kota tersebut membutuhkan biaya yang tak sedikit, mengingat Aska menetap di Gorontalo.
Entah berapa juta yang harus dikeluarkan oleh orang tua Aska. Hidup sehari-hari saja sulit, apalagi harus menggelontorkan uang sebesar itu.
“Kalau ada rezekinya, semuanya untuk anak saya aja, biar kondisinya membaik. Gak tega liat Aska kayak gini. Kalau boleh posisinya ditukar, biar saya aja yang sakit,” ujar sang ibu menahan tangis.
![]()
Belum ada Fundraiser
![]()
Menanti doa-doa orang baik