

Ibu Herawati, seorang ibu tiga anak yang sedang berjuang melawan sakit di tubuhnya. Kini, ia hanya terbaring lemah dan tidak bisa beraktivitas seperti biasa. Semua bermula dari enam bulan lalu. Awalnya, Ibu Herawati merasakan sakit perut yang tak biasa. Ia mengira, sakit itu hanya maag saja. Namun, semakin hari perutnya semakin membesar seperti wanita yang sedang hamil delapan bulan, kulitnya menghitam dan matanya menguning. Sebelum ujian itu datang, Ibu Herawati merupakan seorang Ibu Rumah Tangga yang juga bekerja di kebun milik orang lain dengan upah kurang dari Rp500.000 per bulan. Namun, rasa sakit di perut yang semakin tak tertahankan, membuat Ibu Herawati tak mampu bergerak leluasa. Jangankan bekerja seperti biasa, untuk makan dan tidur pun ia kesulitan. Kini, Ibu Herawati hanya bisa terbaring lemah menahan nyeri di perutnya. Sakit yang diderita, membuat Ibu Herawati memutuskan untuk pulang dari Jawa dan tinggal di rumah Ibunya di Bulukumba agar bisa berobat ditemani keluarga. Perjuangan untuk sembuh mengharuskan Ibu Herawati keluar masuk rumah sakit. Selain anak-anak, sang ibu yang setia mendampingi menjadi kekuatan untuknya.

Dokter menyarankan agar Ibu Herawati segera dirujuk ke Makassar dan dioperasi. Namun, kesulitan biaya membuat saran itu tidak bisa dilakukan dengan segera. Semangat sembuh yang dimiliki Ibu Herawati ternyata tidak sebanding dengan dana yang dimiliki. Ekonomi menjadi ujian lain baginya. Biaya pengobatan yang tak sedikit, membuat langkah penyembuhan Ibu Herawati terhambat. Keterbatasan ekonomi dan kondisi Ibu Herawati yang semakin memprihatinkan, tidak lantas membuatnya dan keluarga putus asa. Mereka masih berusaha dan berdoa agar ada keajaiban bagi Ibu Herawati bisa segera datang. Kesembuhan Ibu Herawati menjadi penantian yang berkepanjangan. Mari bersama-sama kita wujudkan harapan Ibu Herawati dan keluarga.

![]()
Belum ada Fundraiser
![]()
Menanti doa-doa orang baik